Masuknya Injil Di Kepulauan Yapen

 Injil Masuk di Kepulauan Yapen 

Sebelum ada pemerintahan resmi dan menyeluruh di tanah Papua, agama telah mendahuluinya lewat kegiatan niaga oleh pedagang-pedagang yang bekerja sama dengan Sultan Nuku di Tidore dan Ternate (masa kejayaannya 1797 – 1805). Tiga agama yang menerobos isolasi kehidupan agama budaya orang Papua adalah islam, kristen protestan dan khatolik. Dalam penyebarannys di Papua, agama islam di Fak-Fak, khatolik di Selatan, sedangkan kristen protestan mendominasi daerah utara dan pedalaman, bahkan keseluruh tanah Papua hingga demikian muncul dalam bagian ini adalah Dominasi Gereja. Peran gereja di Papua sangat dominan, karena dapat memberikan nuansa baru dalam kehidupan dan perilaku manusia yang berporos pada alam gaib dan keterbelakangannya dan juga mempersiapkan Sumber Daya Manusia dalam pembaharuan, kemajuan dan perkembangan bagi pemerintah dan pembangunan.

Foto ilustrasi saat Zendeling memberitakan injil kepada seluruh masyarakat Papua pada zaman itu, sourch : misi.sabda.org

Keberadaan gereja khususnya di Yapen berawal dari kedatangan  Zendeling (Pekabar Injil) yaitu misionaris bernama Ottow dan Geissler pada Minggu, 5 Pebruari 1855 di Pulau Mansinam, Papua Barat. Mereka menginjakan kaki pertama kali di pantai Mansinam dan mengucapkan doa sulung, “Dengan nama Tuhan, kami menginjak tanah ini”. Kedua misionaris tersebut adalah utusan dari Misi pengabaran injil yang disponsori oleh tuan Gossner dan Geldring dari  Belanda. Kedua misionaris yang berasal dari Jerman tersebut singgah di Batavia lalu ke Ternate untuk mempelajari bahasa Arafura dan sejarah Alkitab sebelum akhirnya meninggalkan ternate pada 12 Januari 1855 dengan menggunakan kapal yang di nahkodai Constantinjn menuju tanah Papua.

Bahasa Arafura yang dipelajari ternyata tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan penduduk pulau Mansinam. Namun jerih payah mereka berhasil dengan pembangunan gereja untuk pertama kalinya pada 14 September 1864 di Pulau Mansinam.

50 tahun kemudian berita Injil sampai di Yapen. Saat itu kapal Tedeman ditugaskan memasang lampu suar dibeberapa tanjung di wilayah Yapen dan beberapa guru jemaat ikut.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERUI

Pengasingan Dr. Sam Ratulangi Di Serui