Pengasingan Dr. Sam Ratulangi Di Serui

Dr. Sam Ratulangi


Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau dikenal Sam Ratulangi seorang pahlawan Indonesia yang berasal dari Minahasa, Manado. Sam Ratulangi lahir pada tanggal 5 November 1890 di Tondano, Minahasa dan meninggal pada tanggal 30 Juni 1949 di Tondano, Minahasa
. Sam Ratulangi adalah seorang pahlawan yang kharismatik dan akademis dilihat dari jejak pendidikan yang ia tempuh.

Riwayat Pendidikan Dr. Sam Ratulangi :

1.     Sekolah Dasar Belanda SD (EuropescheLagereSchool)

2.     Teknik Koninginlijke Wihelmina School (SMK Negeri 1 Jakarta Budi Utomo)

3.     Sekolah Raja, Setingkat SMA (HoofdenSchool)

4.     Universitas Amsterdam (Universiteit Van Amsterdam)

5.     Gelara Doktor der Natur – Philosophie (Swiss)

6.     Ilmu Pasti dan Ilmu Alam di Universitas Zurich tahun 1919

Pengasingan Di Serui

Setelah kembali ke Makassar dan secara resmi mengumumkan proklamasi kemerdekaan, Sam Ratulangi dihadapkan pada situasi yang sangat sulit. Jepang pada awalnya belum siap menyerahkan senjata mereka. Pasukan Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Jenderal Australia Ivan Dougherty tiba pada bulan September 1945. Dougherty ditunjuk sebagai Gubernur Militer oleh pimpinan Sekutu. Kedatangannya mengikut sertakan unsur-unsur pemerintah sipil Hindia Belanda (NICA) dan KNIL yang siap untuk mengambil alih daerah Hindia Belanda seperti sebelum perang. Dengan masuknya semua orang-orang asing tersebut, pemuda daerah di Sulawesi bersiap untuk berjuang dengan segala cara untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Bersamaan dengan ini, Sam Ratulangi menerima dukungan dari raja-raja adat termasuk dari Kesultanan Bone dan Kedatuan Luwu yang menyatakan dukungan kepada Republik yang baru didirikan.

Sam Ratulangi mampu mengadakan negosiasi dengan pihak-pihak terkait dalam upaya menjaga perdamaian, tetapi keadaan damai hanya bertahan selama dua bulan. Ia mampu membentuk pemerintah daerah yang beroperasi selama sembilan bulan.

Pada 5 April 1946, Sam Ratulangi beserta keluarganya dan enam stafnya diambil dari rumah mereka dan ditahan oleh polisi militer Belanda. Mereka dipenjara selama tiga bulan kemudian diasingkan ke Serui di Kepulauan Yapen di Papua.


lukisan ketujuh pembuangan yang sedang berdiskusi di rumah pengasingan Sam Ratulangi diantaranya ada Silas Papare yang ikut dalam diskusi, sumber foto : DN


lukisan saat para pembuangan tiba di Serui, 
sumber foto : DN

lukisan saat para pembuangan memberikan contoh bertani kepada masyarakat Serui, sumber foto : DN

Dirumah pengasingan ini segala roda pergolakan diolah dan dikemudikan. Rumah pengasingan ini juga dijadikan sebagai pusat penerimaan dan penyebaran informasi baik dalam (staf pemerintah Belanda yang pro Indonesia) maupun dari luar masa rakyat. Rumah pengasingan ini resmi dibangun sekitar tahun 1932 yang sebelum itu didiami oleh seorang dokter Belanda.

Saat Sam Ratulangi diasingkan di Serui, beliau menginspirasikan dirinya bersama masyarakat Yapen sebagai dokter dan guru.


lukisan saat Sam Ratulangi memberi pengajaran kepada pemuda/i Serui di dalam Rumah Pengasingan, sumber foto : DN

Ketika perayaan hari kemerdekaan, Sam Ratulangi mengelilingi pulau Yapen dengan perahu, semua masyarakat dari kampung-kampung datang dan bebas masuk ke kediaman beliau. Jika hari biasa masyarakat kampung tidak diijinkan masuk karena bila mereka bertemu dengan beliau, mereka langsung ditangkap polisi dan hanya teman dekatnya (Nicolas Bonai) yang sering masuk keluar kantor polisi, karena kehebatannya berpolitik mereka dibebaskan.

Saat itu Sam Ratulangi mengajarkan pramuka bagi masyarakat dan mendidik anak-anak muda belajar politik.

Sam Ratulangi sangat berpengaruh besar ditanah Papua. Orang Serui sangat menghormati beliau dan merekapun mengagumi setiap karya yang dilakukan oleh Sam Ratulangi.

Suatu ketika Sam Ratulangi dicari oleh tentara Belanda, masyarakat yang tahu akan hal ini segera menyembunyikan Sam Ratulangi ke dalam lemari pakaian dan menghanyutkannya lewat muara Tarau.

Saat ini rumah pengasingan Sam Ratulangi yang seharusnya menjadi situs sejarah bangsa yang harus dilestarikan karena merupakan peninggalan sejarah pahlawan bangsa Indonesia melawan para penjajah.

Banyak orang yang tinggal di Serui tidak mengetahui lokasi rumah pengasingan Sam Ratulangi. Termasuklah mereka seperti orang pendatang yang sudah berpuluh-puluh tahun tinggal di Serui dan atau mereka orang asli Papua yang tinggal di Serui pun tidak tahu rumah pengasingan ini.


Sementara rumah pengasingan Sam Ratulangi di klaim salah satu keluarga Papua. Sungguh sangat disayangkan jika rumah peninggalan sejarah ini hilang dari ingatan anak-anak Papua masa kini.

Rumah pengasingan Sam Ratulangi saat ini kondisinya masih terjaga, namun sangat disayangkan untuk masuk kedalam rumah pengasingan ini tak segampang yang kita bayangkan karna mereka yang tinggal di dalam rumah pengasingan itu tidak langsung memberikan ijin kepada pengunjung untuk mengambil situs-situs yang berada dirumah pengasingan itu.

Rumah pengasingan ini sudah pantas dijadikan tempat wisata pendidikan bagi putera/i daerah Kepulauan Yapen. Jangan sampai mereka tidak tahu bahwa ditempat mereka ada  pahlawan Indonesia  yang berasal dari Minahasa yang pernah diasingkan oleh Belanda di kota Serui.

Sumber Referensi : wikipedia, http://biografi-pahlawan-nasional-indonesia.blogspot.com, sebagian informasi dari masyarakat yang tinggal di sekitar rumah pengasingan Sam Ratulangi di Serui







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERUI